Banner 468x 60

Sabtu, 14 Agustus 2010

Sakit...........


Kenapa harus selalu ada kata yang tidak bisa disaring menjadi tutur yang lebih halus dan enak di dengar????

kenapa selalu saja menyamakan antara nafsu dengan pengorbanan.???
harus kah ada terhina baru semua menjadi puas????

haruskan ada bentakkan untuk merasa terlampiaskan???

atau justru harus ada yang mati hingga semua kembali normal????


memang selama ini Q hanya bisa merepotkan, selama ini Q hanya meminta, dan terus meminta.
jika semua karena Q salah, Q akan terima Q salah. asalkan ada orang yang bilang dengan cara yang lebih halus, cara yang bukan dikatakan seorang sopir atau preman di pasar.

Q masih bisa mengerti arti kata "tidak", Q juga mengerti jika kata "jangan" dengan tutur yang halus, yang seperti seorang saudara berkata kepada saudara nya yang lebih kecil.

Rasanya tak dapat Q pungkiri, Q hanya menyusahkan, Q mungkin tak sekotor sampah di jalanan, karena Q masih punya etika dan moral yang setara dengan manusia yang lain.

sampai kapan Q harus mengalah???
sampai kapan Q harus terpojokkan????
sampai kapan Q harus diam????

Apakah ini sebuah balas dendam ketidakmampuan diri dalam menyelesaikan permasalahan???
atau ini hanya katarsis diri yang suntuk dengan keadaan????

Q benci akan keadaan ini, Q benci dengan kesombongan, Q benci dengan ketidak adilan, dan yang paling Q benci adalah sampah dan omongan kasar yang tak patut di ucapkan oleh seorang yang berpendidikan dan bermoral.

sakit ini, masih Q rasakan hinggan kini, meski sedikit demi sedikit selalu Q coba menghibur diri dengan rutinitas dan kawan2.
tapi keadaan ini selalu berulang dan selalu bertambah menjadi sebuah bom yang siap meledak kapan saja tanpa Q siap menghadapinya......


Ya Allah, Q mohon hentikan semua ini....
berikan Q titik terang dan jalan tuk mengakhiri semua ini.....
karena bosan Q dan sabar Q sudah semakin tak bisa Q tahan....

Q takut, semua menjadi salah faham, dan Q benci dengan semua ini.......
Read more ...

Rabu, 04 Agustus 2010

Maafkan Q.......



Semakin hari semakin dewasa dan bertambah usia Q. tapi semakin lama Q semakin jauh dari harapan dan kebanggaan orang2 disekitar Q. perilaku dan ucapan ini tak henti2nya menyakiti perasaan orang2 terdekat Q. bahkan hingga Q merasa telah menjauh dari mereka.

Sakit memang, apalagi saat Q melihat kerukunan teman2 Q dengan sahabat2nya, keluarganya, pacar2nya, atau relasi2 nya. tapi berbanding terbalik dengan kenyataan yang Q alami. Q semakin lama semakin jauh saja dengan semua orang yg ada disekitar Q, terutama teman2 dan keluarga Q.

sungguh malu Q bertutur demikian, karena Q tak pernah mau sadar akan kesalahan Q. ntah itu karena Q terlalu egois atau terlalu malu mengakui kesalahan. mungkin Q selalu mencari alasan tuk selalu membuat mereka bisa percaya bahwa Q ada untuk mereka, tapi hati kecil Q selalu teriak dan menangis karena Q merasa kesepian.

saat kecil Q telah kenyang dengan didikan disiplin yang orang tua ajarkan, dan itu sangat Q banggakan, karena kini Q bisa merasakan banyak manfaat tentang kemandirian.
tapi di sisi lain, Q menjadi orang yang selalu curiga dan selalu menjadi pemberontak. bahkan saat Q salah, Q selalu merasa paling benar. mungkin itu hanya sebagian kecil kesalahan dan kegagalan Q dalam menerima sebuah perlajaran yang mereka berikan.

Terlepas dari itu semua, Q hanya ingin menjadi orang bisa membahagiakan orang lain, terutama keluarga yang telah banyak berkorban untuk Q hingga Q bisa seperti sekrang ini. maafkan kesalahan Q ibu, apa, aang, teteh, amail, arie, semua teman2 yang pernah tersakiti, semua orang yang kenal ma Q. Keadaan terpuruk seperti ini mungkin baru menyadarkan Q akan kesalahan Q selama ini, maaf sekali lagi Q tuturkan dengan setulus hati karena Q belum mampu tuk bicara langsung dengan kalian.


Semoga dengan ini Q bisa lebih menghargai akan pengorbanan dan kasih sayang.
Maaf....
Maaf...
maaf kan AKU..........
Read more ...

Rabu, 28 Juli 2010

Arti Keluarga Buat Ku



Bahasa verbal atau kata atau kalimat memang terkadang tidak cukup kuat untuk mengartikan sebuah rasa. Meskipun semua dapat memahami dengan mudah maksud kata-kata, tapi tak segampang itu rasa dapat diterjemahkan. Salah satu contohnya, adalah kata "keluarga". Tanpa saya harus jelaskan, setiap orang pasti sudah memahami arti kata tersebut. tapi bagi sebagian orang kata tersebut memang punya arti yang lain dan arti yang lebih luas.




Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir bahwa Ibnu Abbas mengatakan yang dimaksud dengan keluarga menjadi penenang hati adalah keluarga yang taat kepada Allah. Ikrimah juga mengatakan demikian. Ketika Hasan al- Bashri ditanya tentang doa ini, ia menjawab, 'Yakni ketika seorang Muslim melihat pasangan hidupnya, anak-anak dan karib kerabatnya taat kepada Allah. Demi Allah! Tidak ada yang lebih menenteramkan hati selain melihat pasangan hidup kita, anak-anak kita dan keluarga kita taat kepada Allah.'



































Ibnu Abdul Barr dalam kitabnya 'al-Istidzkar mengatakan, Doa ini terkandung pelajaran yang sangat berharga yakni setiap Muslim harus berusaha menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan keluarganya dalam kebaikan dan ketaqwaan yang terlebih dahulu sebelum menjadi panutan bagi orang lain. Jika ia berhasil menjadi panutan maka ia akan memperoleh pahala yang besar disisi Allah karena amalnya sendiri, amal keluargannya dan amal orang-orang yang mengikutinya.'









Semoga "keluarga" tetap selalu di hati, selalu menjadi teman, menjadi panutan, menjadi sandaran, menjadi musuh yang akbrab untuk saling bersaing menuju kebaikan. Dan semoga semua itu tetap ada untuk temani Q
amien....


Read more ...

Sabtu, 24 Juli 2010

Kesabaran...



Ketika semua terasa hilang dan sirna,
ketika alam ini sudah terasa jauh dari kata indah,
ketika malam terasa sangat panas dan siang begitu dingin,
ketika keadaan tak lagi sama seperti yang dulu,
dan hanya ada rasa tak puas dan penuh dengan kekecewaan,

maka saat itulah dimana kita sedang dalam masa ujian untuk bertahan dan berperang dengan emosi kita.

Karena manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh-NYA, yang diberikan akal dan pikiran yang begitu komplek untuk memecahkan sebuah masalah.
Tak ada cobaan yang tak bisa dipecahkan oleh manusia, karena sesungguhnya manusia itu mampu.

Yang dibutuhkan manusia ketika diberikan masalah atau cobaan adalah kesabaran, kemudian mencoba menelaah msalah dan cobaan tersebut mulai dari penyebab hingga solusinya, selanjutnya berusaha untuk menjadi lebih baik dan masih diiringi kesabaran dalam menjalaninya, seperti dijelaskan (QS. an-Nahl : 96),"Apa yang disisimu akan lenyap dan apa yang disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Read more ...
 

My link

Koloni

My Friends List Link

The Sagacious Think | Template Ireng Manis © 2010 Free Template Ajah. Distribution by Dhe Template. Supported by Cash Money Today and Forex Broker Info